Pojok Asuransi Jiwa
2009/02/01 – 09:22 | No Comment

Asuransi merupakan suatu perencanaan keuangan jangka panjang.  Tujuan dari asuransi jiwa bukan untuk melindungi jiwa sesorang, tapi lebih kepada proteksi terhadap nilai ekonomi kita, terutama bagi para kepala keluarga atau tulang punggung ekonomi sebuah keluarga. …

Read the full story »
Edukasi Asuransi

Artikel, edukasi, informasi dan pembelajaran Asuransi Jiwa

Klien

Sharing dan cerita tentang klien yang dapat memberi kita masukan

Produk Asuransi Jiwa

Produk – produk Asuransi Jiwa Individu dan Kumpulan

Agen Asuransi

Home » Edukasi Asuransi, Featured

Asuransi Jiwa Melindungi Jiwa Atau Nilai Ekonomi Kita?

Submitted by admin on 2009/03/31 – 20:11No Comment
Asuransi Jiwa Melindungi Jiwa Atau Nilai Ekonomi Kita?

Posting ini sebenarnya untuk melengkapi posting sebelumnya karena memang terkait secara langsung. Silahkan klik di sini dan di sini untuk membacanya terlebih dahulu.

Lumayan sering saya mendengar pendapat seperti ini. “Hidup kita ini urusan Tuhan” atau “Saya tidak mau mendahului kehendak Tuhan” atau “Kalau ikut asuransi berarti saya mendahului kehendah Tuhan dong” dan sebagainya.

Sebenarnya, Asuransi Jiwa ditujukan bukan untuk melindungi jiwa kita, melainkan untuk melindungi Nilai Ekonomi kita. Jiwa adalah milik Yang Kuasa dan tidak satupun di dunia ini yang sanggup menghalanginya bila Yang Kuasa sudah berkehendak.

Nilai Ekonomi kita? Apa maksudnya? Bagaimana kaitannya dengan Asuransi Jiwa?

Bicara mengenai Nilai Ekonomi seseorang yang dikaitakan dengan Asuransi Jiwa, maka kita sudah pasti akan menyinggung yang namanya Uang pertanggungan. Misalkan, seorang kepala keluarga dan tulang punggung ekonomi keluarga, katakan bapak A, memiliki penghasilan bersih setiap bulannya Rp. 10 juta dan dapat menghidupi keluarganya dengan cukup layak. Nah, bila bapak A meninggal, maka Uang Pertanggungan tersebutlah yang akan menggantikan Nilai Ekonomi bapak A terhadap keluarganya.

Tapi yang perlu diingat, bahwa Uang Pertanggungan ini belum tentu akan menggantikan Nilai Ekonomi bapak A secara terus menerus. Saya katakan belum tentu dapat berarti ya dan tidak. Ini berarti bahwa kita harus mempertimbangkan faktor-faktor dalam menghitung Uang Pertanggungan  seperti yang telah saya bahas sebelumnya di sini dan di sini.

  1. Berapa tahun keluarga yg ditinggalkan dapat kembali mendapatkan penghasilan setelah si tulang punggung ekonomi keluarga meninggal dunia.
  2. Berapa lama keluarga yang ditinggalkan dapat bertahan sampai mendapat sumber penghasilan baru.

Dengan kata lain, Asuransi Jiwa dapat menutup celah kekosongan penghasilan yang hilang tersebut. Bila keluarga Anda masih memiliki hutang yang masih berjalan, maka Asuransi Jiwa akan sangat membantu sekali.

Jadi, pikirkan baik-baik dan renungkan untuk mengambil program Asuransi Jiwa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Silahkan hubungi saya bila diperlukan.

Popularity: 34% [?]

  • Share/Save/Bookmark

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

<---Start Google Analycator---> <---End Google Analycator--->