Pojok Asuransi Jiwa
2009/02/01 – 09:22 | No Comment

Asuransi merupakan suatu perencanaan keuangan jangka panjang.  Tujuan dari asuransi jiwa bukan untuk melindungi jiwa sesorang, tapi lebih kepada proteksi terhadap nilai ekonomi kita, terutama bagi para kepala keluarga atau tulang punggung ekonomi sebuah keluarga. …

Read the full story »
Edukasi Asuransi

Artikel, edukasi, informasi dan pembelajaran Asuransi Jiwa

Klien

Sharing dan cerita tentang klien yang dapat memberi kita masukan

Produk Asuransi Jiwa

Produk – produk Asuransi Jiwa Individu dan Kumpulan

Agen Asuransi

Home » Edukasi Asuransi, Featured

Langkah-Langkah Mengantisipasi Risiko

Submitted by admin on 2009/04/22 – 08:35No Comment
Langkah-Langkah Mengantisipasi Risiko

Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko.

Ada beberapa risiko yang dapat dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak dapat dihindari. Contoh dari risiko yang dapat dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak dapat dihindari adalah risiko kematian.

Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah Anda mengalami musibah kebakaran, maka Anda akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah Anda pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda. 

TAK MESTI ASURANSI

Mendengar kata antisipasi risiko, pikiran Anda mungkin langsung terbawa ke istilah “asuransi”. Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.

Apakah semua risiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.

Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda.

Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko. Untuk mudahnya, saya sebut saja ini sebagai antisipasi risiko. Dalam tulisan kali ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda bisa mengantisipasi risiko-risiko yang bisa terjadi pada diri Anda.

BERBAGAI PILIHAN

Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga dapat terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, misalnya saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.

Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja Anda diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat Anda terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan bagi Anda untuk mengantisipasi risiko tersebut:

  1. Menghindari Rrisiko. Anda dapat menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket Anda tidak akan terkirim.
  2. Menghadapi Risiko. Anda dapat menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan Anda menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi.
  3. Mengurangi Risiko. Anda menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.
  4. Membagi Risiko. Paket yang harus Anda bawa dibagi dua dengan teman Anda. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda, begitu juga Anda.
  5. Transfer Risiko. Anda minta kepada teman Anda yang membawakan seluruh paket tersebut.

Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja Anda ingin membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan Anda beli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia bagi Anda adalah:

  1. Mengontrak rumah saja, tidak perlu membeli (menghindari risiko).
  2. Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana Anda berharap agar risiko kebakaran tersebut tidak perlu terjadi (menghadapi risiko).
  3. Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah Anda (mengurangi risiko).
  4. Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (membagi risiko).
  5. Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (transfer risiko).

Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang kita kenal dengan Asuransi. Artinya, Perusahaan Asuransi dapat menjadi pihak yang Anda beri tanggung jawab bila apabila Anda mengalami suatu risiko.

MENGAMBIL KEPUTUSAN

Setelah Anda mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko, maka langkah Anda selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi pada Anda, serta pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasinya. Berikut langkah-langkah yang diperlukan.

  1. Kenali risiko Anda
  2. Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.
  3. Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut. Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja.

Sekarang penerapannya pada diri kita.

  1. Kenali risiko Anda: Kematian.
  2. Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang Anda tinggalkan tidak akan terbayar.
  3. Ambil keputusan :
    Menghindari Risiko : Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.
    Menghadapi Risiko : Dapat saja dilakukan, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar
    Mengurangi Risiko : Risiko kematian tidak bisa dikurangi
    Membagi risiko : Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia
    Transfer risiko : Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia.

Nah sekarang kembali kepada Anda, keputusan mana yang hendak diambil.

Dikutip penuh dari http://www.perencanakeuangan.com/

Popularity: 22% [?]

  • Share/Save/Bookmark

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

<---Start Google Analycator---> <---End Google Analycator--->