Pojok Asuransi Jiwa
2009/02/01 – 09:22 | No Comment

Asuransi merupakan suatu perencanaan keuangan jangka panjang.  Tujuan dari asuransi jiwa bukan untuk melindungi jiwa sesorang, tapi lebih kepada proteksi terhadap nilai ekonomi kita, terutama bagi para kepala keluarga atau tulang punggung ekonomi sebuah keluarga. …

Read the full story »
Edukasi Asuransi

Artikel, edukasi, informasi dan pembelajaran Asuransi Jiwa

Klien

Sharing dan cerita tentang klien yang dapat memberi kita masukan

Produk Asuransi Jiwa

Produk – produk Asuransi Jiwa Individu dan Kumpulan

Agen Asuransi

Home » Edukasi Asuransi, Featured

10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Asuransi Jiwa

Submitted by admin on 2009/04/28 – 10:58No Comment
10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa merupakan cara untuk melindungi Nilai Ekonomi dan salah satu cara dalam merencanakan keuangan di masa depan. Oleh karena itu tentunya Anda ingin yang terbaik dan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebelum memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa, coba lakukan sedikit riset dan terhadap beberapa Produk Asuransi Jiwa dari Perusahaan Asuransi Jiwa yang berbeda sehingga Anda akan mendapatkan fitur Asuransi Jiwa yang benar-benar maksimal kegunaannya bagi Anda.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam proses memutuskan untuk membeli produk Asuransi Jiwa.

  1. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi produk Asuransi Jiwa
      Lain ladang lain ilalang, begitu kata pepatah. Demikian juga Perusahaan Asuransi, setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing. Setiap Perusahaan Asuransi memiliki produknya masing-masing. Secara umum, memang produk yang ada tidak jauh berbeda, tetapi tetap saja masing-masing memiliki plus dan minusnya.
      Di jaman yang serba maju ini, bagi Anda yang kurang merasa nyaman terhadap kehadiran Agen Asuransi Jiwa Anda dapat menggunakan internet dalam mengoleksi informasi, meminta ilustrasi, sampai pada membeli Polis. Namun walau bagaimana pun juga, kehadiran seorang Agen Asuransi Jiwa tetap diperlukan karena Anda dapat secara langsung berdiskusi dengannya. Setidaknya Anda memiliki cukup banyak informasi untuk ditanyakan kepadanya.
      Cara mengoleksi informasi dari internet dapat mempermudah Anda dalam membuat keputusan sebelum membeli Polis Asuransi Jiwa.
  2. Miliki perlindungan yang cukup memadai
      Pada saat Anda memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa, PASTIKAN bahwa Anda tidak underinsured. Hitung apa yang menjadi tujuan Anda beberapa tahun kemudian bila terjadi risiko, seperti yang pernah saya bahas di sini dan di sini. Jangan sampai Anda membeli Asuransi Jiwa tetapi justru tidak membantu banyak di masa depan. Mengenai underinsured, akan saya bahas lebih lanjut pada posting berikutnya.
      Bila Anda merasa belum sanggup untuk membayar Premi dengan Uang Pertanggungan yang sesuai dengan keinginan Anda, tidak ada mencicilnya dengan membeli secara bertahap, seperti yang saya pernah bahas sebelumnya di sini. Atau Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli Term Life insurance sehingga dapat mengoptimalkan Uang Pertanggungan dengan Premi yang relatif terjangkau.
  3. Belilah Asuransi Jiwa pada saat Anda masih sehat
      Bila Anda masih sehat saat ini, maka berbahagialah. Sehat itu mahal. Oleh karena itu penerapannya dalam Premi yang harus dibayarpun juga berbeda. Faktor-faktor yang memperpendek kemungkinan harapan hidup, seperti merokok, pemakaian obat dalam jangka panjang, minum alkohol, kelebihan berat badan merupakan contoh lebih mahalnya Premi yang harus dibayar. Maka pertimbangkanlah, bahwa perubahan pada gaya hidup yang tidak menurunkan harapan hidup Anda dapat memberi dampak terhadap Premi dan Uang Pertanggungan pada saat Anda membeli Polis Asuransi Jiwa.
  4. Menunda dapat saja mempersulit diri sendiri pada akhirnya
      Seiring bertambahnya usia maka semakin bertambah pula kemungkinan risiko yang dapat timbul. Hal ini yang menyebabkan kenapa premi yang dibayarkan menjadi lebih mahal. Selain itu, akan sulit mendapatkan Polis Asuransi Jiwa bila terdapat penyakit yang menyertai seiring dengann bertambahnya usia.
      Oleh karena itu disarankan untuk tidak menunda membeli Asuransi Jiwa. Bila memang dana terbatas, dimulailah dari produk yang sederhana, seperti Asuransi Berjangka atau Asuransi Kesehatan.
  5. Sesuaikan Polis Asuransi Jiwa Anda
      Seiring berjalannya waktu, maka semakin bertambah pula kebutuhan yang harus dipenuhi. Demikian pula, semakin bertambahnya penghasilan makameningkat pula gaya hidup. Misalnya, menikah, bertambahnya anak, meningkatnya biaya kesehatan tiap tahunnya, mempersiapkan masa pensiun, dan lain-lain. Nah, tentu saja Anda tidak ingin menurunkannya taraf hidup kan? Nah, adalah sangat penting untuk menyesuaikan Polis Asuransi Anda agar sesuai dengan taraf hidup keluarga Anda.
  6. Beda Produk Asuransi Jiwa, berbeda pula fiturnya. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda
      Perusahaan Asuransi Jiwa menawarkan produk-produk Asuransi yang berbeda-beda. Ada Asuransi Tradisional, Unit Link, dan Asuransi Syariah. Asuransi Tradisional memiliki 3 (tiga) produk utama, yaitu term life, whole life, dan endowment. Anda sebagai Calon Nasabah berhak menentukan pilihan Anda sendiri. Jangan sampai terbujuk oleh Agen Asuransi yang memaksakan salah satu produknya. Anda berhak menentukan Produk asuransi Jiwa mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda.
  7. Pilih cara bayar yang paling murah menurut Anda.
      Sama seperti umumnya kalau Anda membeli barang. Membeli banyak berarti ada kemungkinan mendapatkan harga yang lebih murah. Demikian juga dengan membeli Polis Asuransi. Membayar secara tahunan akan lebih murah dari pada semesteran, triwulanan, apalagi bulanan. Selain itu membayar secara tahunan dapat mengurangi risiko putusnya Polis Asuransi karena faktor lupa membayar.
  8. Jangan mengandalkan asuransi yang disediakan oleh perusahaan Anda
      Biasanya perusahaan akan memberikan paket Asuransi Kesehatan bagi karyawan tetapnya. Bahkan bila perusahaannya bonafit, maka pasangan dan anak-anaknya karyawantersebut akan mendapatkan perlindungan Asuransi Kesehatan juga.
      Tetapi pada kenyataannya apa yang diberikan oleh Perusahaan kepada Anda bisa saja belum mencukupi. Selain itu, belum tentu juga Anda akan selamanya di perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Dan biasanya, Perusahaan tidak memberikan fasilitas Asuransi Jiwa. Padahal Asuransi Jiwa juga penting bagi perlindungan keluarga.
  9. Bila membeli produk Asuransi Jiwa, pastikan Anda jujur
      Untuk memiliki Polis Asuransi jiwa, Anda diharuskan mengisi Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ). Nah sebagai Calon Tertanggung Anda diwajibkan untuk menjawab semua pertanyaan dengan sejujur-jujurnya. Hal ini sesuai dengan salah satu Prinsip Asuransi, yaitu Utmost Good Faith, yaitu bahwa kedua belah pihak, baik itu dari Calon Tertanggung / Tertanggung dan Perusahaan Asuransi harus menunjukkan sikap memiliki niat baik, salah satunya kejujuran.
      Jangan sampai di kemudian hari Perusahaan Asuransi sampai menolak klaim yang Anda ajukan dikarenakan ketidakjujuran Anda pada saat mengisi SPAJ. Silahkan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini.
  10. Lebih Besar Uang Pertanggungan, maka semakin murah Premi yang dibayarkan
      Bila Anda membeli produk Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan Rp. 200 juta, bukan berarti bila Anda menggandakan Uang Pertanggungannya, Anda juga menggandakan Premi yang dibayarkan. Bila Anda merasa penawaran Uang Pertanggungan yang diajukan oleh Agen Asuransi Anda kurang mencukupi, silahkan diskusikan dengan Agen Anda. Dan saya yakin bahwa kenaikan Preminya tidak semahal yang Anda kira.

Popularity: 19% [?]

  • Share/Save/Bookmark

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

<---Start Google Analycator---> <---End Google Analycator--->