Dua Risiko dalam Perencanaan Keuangan
Masih banyak orang yang kurang menyadari bahwa ada 2 (dua) risiko utama yang akan dihadapi dalam kaitannya dengan Perencanaan Keuangan Keluarga. Padahal, banyak kita jumpai di masyarakat ketika seorang suami sebagai penopang ekonomi keluarga meninggal dunia, si istri tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan kehidupan ekonominya karena tulang punggung ekonomi keluarga hanyalah sang suami.
Meninggal Dunia Terlalu Cepat
Setiap orang pastinya akan meninggal. Hanya kapan, itu yang kita tidak akan pernah tahu. Kita sebut saja Ben. Ben memliki karir dan penghasilan yang bagus. Ketika masih di puncak, Ben tidak merasa harus memiliki proteksi mengingat apa yang dia miliki sekarang sudah cukup untuk mengatasi segalanya. Tiba-tiba saja pada suatu pagi ketika dalam perjalanan menuju ke kantor, mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan dan Ben meninggal setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit. Singkat cerita, karena Ben tidak memiliki proteksi yang melindungi semasa hidupnya, maka keluarganya tidak mendapatkan santunan apapun. Inilah yang sebut dengan istilah meninggal dunia terlalu cepat. Beruntung Ben memiliki penghasilan yang bagus sehingga ada kemungkinan memiliki tabungan. Tetapi itu masih belum dikurangi dengan hutang-hutang yang mungkin masih harus dilunasi. Belum lagi biaya operasional rumah tangga dan biaya pendidikan anak. Lain hal nya bila Ben mengasuransikan dirinya dengan sejumlah Uang Pertanggungan yang cukup, maka akan lebih baik bagi kondisi keuangan keluarganya.
Meninggal Dunia Terlalu Lama
Lain lagi halnya dengan John. Dia merasa nyaman dengan kondisi keuangannya tanpa memperhatikan kebutuhan dana hari tuanya. Namu apa yang terjadi ketika John memasuki masa pensiun? Keadaan ekonominya semakin lama semakin sulit dan semakin tidak menentu. Uang pensiun yang diterimanya dari perusahaan ternyata hanya sanggup menghidupinya selama 5 tahun saja. Saat ini hidup John tergantung pada anak-anaknya. jadi, boro-boro mau meninggalkan warisan, untuk hidupnya saja, John sudah sangat tergantung pada anak-anaknya. Ini yang dimaksud dengan risiko hidup terlalu lama.
Kalau dipikir-pikir, maksud dari kedua cerita itu apa sih? Hidup ini bukannya serba salah lho. Hidup terlalu cepat salah, hidup terlalu lama juga salah.Yang kita pikirkan dan persiapkan sejak dini itu adalah bagaimana kita menelaahnya. Bagaimana kita dapat mempersiapkannya sehingga risiko yang terjadi kelak dapat dikurangi seminimal mungkin.
Nah Anda dapat menghubungi Perencana Keuangan Anda untuk mendapatkan masukan mengenai Perencanaan Keuangan keluarga Anda.
Popularity: 16% [?]



